Lamaran
Aku kira kita cuma makan malam biasa di resto kecil favoritku. Eh, Firman malah keliatan tegang banget. Nggak lama dia keluarin cincin sambil bilang, “Wati, mau nggak kamu nikah sama aku?” Duh, aku langsung nangis! Nggak bisa ngomong apa-apa selain bilang “iya.” Rasanya campur aduk, tapi bahagia banget.